The Words
Aku tidak mungkin mengkhianatimu
Aku tidak akan mengecewakanmu
Aku tidak mau menyakitimu
Aku masih menyayangimu
………………………………….
Andini mencoba mengulang-ulang kalimat-kalimat itu dalam hati, memfokuskan hati dan pikirannya pada seseorang. Dia mengeluh dalam hati. Kenapa dia harus melakukan ini kalau dia memang mencintainya? Kalau memang begitu kenapa perasaan gundah ini tidak mau hilang dari hatinya?
Indra, apa yang harus kulakukan?
Jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Hari ini hari pertama di bulan Januari. Pagi ini tampak cerah dan kehidupan sudah berdenyut seperti biasa. Matahari tidak ragu memberikan segala keindahanya. Burung tidak sungkan memperdengarkan kicauannya. Dunia seolah bernyanyi, selamat datang tahun baru.
Andini memandang meja riasnya. Sebuah pigura kecil yang anggun berdiri di sudutnya, memuat fotonya bersama seseorang. Seseorang yang selama beberapa tahun ini telah memenuhi seluruh hati dan pikirannya. Seseorang yang telah membuatnya berpikir kepadanyalah dia akan mempersembahkan seluruh dirinya, membagi impiannya dan menghabiskan sisa hidupnya.
Jam berapakah di Inggris sekarang? Indra, apakah kau menikmati pergantian tahunmu di sana?
Andini menghela nafas. Dia tahu, beberapa puluh menit lagi menjelang tahun baru di Inggris Raya. Tahun kemarin dia menganggap perbedaan zona waktu itu sebagai sesuatu yang lucu. Sejak keberangkatan Indra untuk meneruskan studinya di Inggris mereka memutuskan untuk tidak saling berbalas ucapan tahun baru secara langsung. Tahun kemarin Indra menghubunginya saat lonceng tahun baru berdentang di zona waktu Indonesia bagian barat untuk mengucapkan selamat tahun barunya. Andini harus menunggu tujuh jam ke depan untuk bisa membalas ucapan tahun baru itu.
Hari ini dua tahun baru telah berlalu bagi Andini dan satu setengah tahun berlalu sejak keberangkatan Indra. Selama itu, baru sekali Indra kembali ke Indonesia. Andini termangu. Perasaan bersalah ini menderanya kembali.
Andini berpikir. Indra telah pergi meninggalkan kehampaan dan kerinduan yang sangat rentan dalam diri Andini. Andini sudah berusaha menahannya sekuat tenaga. Salahkah dia ketika dia mulai merasa lelah? Mungkin semuanya tidak akan terjadi kalau Indra berada di sini.
Ketika Indra memperkenalkan dirinya pada sahabat karibnya, Andini tidak merasakan perasaan apapun pada pemuda itu. Dia menghormati Dimas sebagai sahabat kekasihnya. Bahkan awalnya dia sempat cemburu pada pemuda itu karena dia jauh lebih mengenal Indra daripada dirinya. Dimaslah “kekasih pertama” Indra. Sekali itu Andini merasa beruntung menjadi wanita. Perbedaan ini membuatnya merasa lebih berhak untuk memiliki hati Indra dibanding Dimas.
Dimas ternyata teman yang menyenangkan. Mereka beberapa kali menghabiskan waktu bertiga. Bahkan sejak kepergian Indra, entah kenapa intensitas keterlibatan Dimas dalam kehidupannya semakin meningkat tajam. Dimas seolah muncul sebagai pengganti Indra untuk mendampinginya.
Dimas selalu muncul setiap dia membutuhkan. Dimas selalu ada setiap dia ingin berbagi. Bahkan Dimas bersedia mendengarkan keluhan kerinduannya tentang Indra. Tiba-tiba saja Andini mendapatkan mereka menjadi teman dekat dan dia mulai merasa bergantung padanya. Semua mencapai puncaknya ketika Dimas menciumnya dan mengutarakan perasaannya tepat setelah Indra menghubunginya dan mengucapkan selamat tahun barunya semalam.
Aku tidak mungkin mengkhianatimu
Aku tidak akan mengecewakanmu
Aku tidak mau menyakitimu
Aku masih menyayangimu
Andini kembali mengulang kalimat-kalimat itu di hatinya. Jarum panjang makin bergeser ke angka 12. Sebentar lagi tahun baru bagi Indra. Andini memejamkan mata dengan putus asa. Dia berusaha meyakinkan hatinya. Tapi rasa bersalah itu terus menghantuinya. Andini mengakui dia tidak sepenuhnya membenci ciuman itu. Dia memang terkejut dan menangis. Tapi sisi lain hatinya tidak menyangkal dia menyukai kehangatan itu. Dia terkejut ketika mendapatkan kebersamaannya dengan Dimas selama ini telah membuat sisi lain hatinya itu juga mengharapkannya. Andini merasa galau. Kebersamaan bersama Dimas entah kenapa makin jelas tergambar dalan pikirannya. Untuk pertama kalinya Andini benar-benar membenci kepergian Indra ke luar negri.
Kenapa kau tidak selamanya berada di sisiku??
Jam menunjukkan pukul 7. Andini tahu beberapa menit lagi adalah pergantian tahun bagi Indranya. Andini melangkah perlahan menuju teleponnya. Dia mulai menekan nomor kode internasional.
Apa yang harus kuucapkan indra? Haruskah kukatakan hal ini padamu?
“Hello,” suara itu membuat Andini termangu sesaat. Kenapa aku tidak merasa gembira?
“Happy new Year, Indra,” gumam Andini gamang. Nama Dimas dan Indra berputar di pikirannya.
“Thank you,”
“That crowded sound behind you,” Andini berhenti sesaat. “I guess that is a very huge celebration there, isn’t?
“Ya. Temanku mengajakku melihat pesta kembang api di Jubile Garden. It’s just amazing,” jawab Indra.
Andini menggigit bibir. Basa-basi yang gagal. Andini mendapatkan dirinya justru terusik dengan jawaban itu. Indra bersama dengan seseorang di sana? Andini yakin pikirannya mulai kacau. Hati kecilnya menegur bagaimana dia bisa berpikir seperti itu sementara dia sendiri barusan berpikir tentang nama yang lain? Dia sendiri baru saja menghabiskan pergantian tahun ini dengan yang lain. Andini menghela nafas.
Inikah saatnya ujian ituTeman? Apakah wanita? Secantik apa? Apakah dia pirang dan langsing?
“Temanmu,” Andini menggigit bibir sesaat. “Perempuan atau laki-laki?”
“Dua-duanya,” jawab Indra.
“Berapa orang?”
“Kami berlima. Semua teman kampusku,” jelas Indra. Andini terdiam. Entah kenapa Andini tidak merasa gembira dengan jawaban itu. Perlahan dia merasa seperti dipojokkan.
Aku yang berdua dengan lainnya, bukan dirimu.
“Pemandanganya indah sekali di sini. Kuharap aku bisa membaginya bersamamu sekarang,” kata Indra lagi. Andini menggigit bibir.
Mungkin di antara mereka berempat ada satu yang sekarang di sampingmu. Ya, kan?
Andini mencoba memikirkan sebuah gambaran. Gambaran yang mungkin akan memudahkannya menyelesaikan semuanya
“Apakah ada yang benar-benar bersamamu?” tanya Andini perlahan. Hening. Indra, kenapa kau tidak menjawabnya?
“Andini, apa maksudmu?” Andini merasa desiran aneh di dadanya. Dia terkejut menyadari dia sempat berpikir Indra akan menjawab ya. Apa yang ada di pikirannya? “Aku hanya bersamamu, forever and always.”
Andini merasa desiran aneh di dadanya. Sesuatu sedingin air es seolah menyiram pikirannya dan mengembalikan kesadarannya. Andini panik. Apa yang baru saja dia pikirkan? Gambaran-gambaran itu dan semua bentuk kemungkinan yang ada di kepalanya, Andini gemetar.
Kenapa aku sempat berpikir untuk memutuskanmu?
Dia terkejut menyadari dia sempat berpikir Indra akan menjawab ya. Apa yang ada di pikirannya? Kesadaran itu seolah memutar balik pikirannya yang sempat dipenuhi oleh kebersamaanya bersama yang lain. Andini teringat dengan kenangan-kenangan itu.
Beberapa tahun yang lalu mereka masih sama-sama di bangku kuliah. Andini ingat rasa kagumnya dengan keseriusan dan ketegasan pemuda itu. Dia ingat segala cara dan upaya yang dilakukannya untuk membuat dirinya menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil membuatnya menoleh. Dia ingat perdebatan mereka, kebersamaan mereka, kenangan mereka dan dia sempat berpikir untuk mengaburkan itu semua hanya karena kefrustasiannya akan kerinduan yang sesaat. Andini merasa ingin menangis. Sekarang dia benar-benar merasa bersalah.
Dia mengerti. Andaikan Indra menjawab “ya” dia akan mempunyai sebuah alasan untuk sebuah pertengkaran. Pertengkaran yang akan memudahkannya memutuskan kegundahan hatinya. Pertengkaran yang memungkinkan nama itu mengganti sebuah nama di pikirannya. Sekarang dia mengerti. Bila Indra di sana masih menjaga perasaan itu di sana mengapa dia tidak? Tapi apakah Indra akan tetap mempertahankan jika dia mengetahuinya?
“Andini,” kata Indra khawatir.
“….”
“Are you okay?”
Andini tidak tahan lagi.
“Indra,” Andini terdiam sesaat. Bimbang. “Dimas berciuman dengan Dimas,” katanya akhirnya.
Hening.
Kenapa kau diam, Indra? Katakan sesuatu! Kau marah pada kami??
“Bagaimana perasaanmu?”
“Aku tidak tahu,” kata Andini jujur. Hening.
“Aku mencintaimu, Andini.”
Tangis Andinipun pecah.
*******
HAPPY NEY YEAR 2010 ALL….^^